Tuesday, April 14, 2015

Letter to a Friend (Pictures Fade Away but Memory is Forever)


Dear My Dearest Friend,

I remember the first time we met, it was 2010. We were on the same class at that time. I thought you were a stuck-up, spoiled rich boy. That's why we didn't get along so well in the first semester. But, one day, we had this assignment and we were the only ones left without a group, so we decided to make a group of our own, just the two of us. From that day, i was wrong about you, i misjudged you. You were not the person i thought you were. And we started to be friends from that day, and i never wanted to be in another group without you.



We would go out and hang out every weekend or come over every lunch hour to my office and we would just talk about anything, catching up stories, from work, life to love-life, even if we just met the day before. You were such a good listener.



You always thought that birthdays are important, you always wanted to give surprises to your friends whose having a birthday. You would bought a cake and surprised them in a middle of night on their birthday. Until it's time for mine, there was a knock on my door at midnight, and there you were with a cake, but you never ate them because you're always watch over your figure :D.



We had this 5 years of friendship, i know it's only 5 years, and i was hoping that we'll be friends for a long time. But God had another plan for you. You got sick, and it's gotten worse. You never told anyone every time you got sick, until last week, where you laid on that bed with your pale skin and it's hard for you to speak. But you smiled when i came and you remembered me, and you spoke the word that you always called me, "ndut". I know it took a lot of your energy to smiled and greeted me, but you did that. I tried not to cry when i saw you, and threw a little joke on you, you tried to laugh, but it was hard, i realized that. So i told you to sleep, and you did. I came home and i couldn't stop crying and thinking about you. I was expecting a miracle :(



Sunday night, i tried to called you and your sister picked up the phone, she was crying on the other line, i had a bad feeling about that and i couldn't help crying over the phone, i didn't care, i just couldn't hold it. And that was it, you left us. A part of me died when i heard the news. I didn't know what to do. I just sat there and cried. A flashback memories came back, the good times we had, the laugh we shared, it all came back that night. I couldn't believe that you would never came back again. You're always there when i needed you and now you wouldn't be there anymore.

I rushed to your house the next morning, but i was too late, and i couldn't see your face for the last time. All i can see was your headstone with your name written on it.

You're in a better place now, you'll no longer feel pain. It's hard for the people you left, but it was for the best. You were a good friend anyone can have. You have touched everyone's heart you've met with your kindness and your sincerity. You were loved. I remember your aunt said to me "it's good to know that Vicko had such good friends who care about him" and i replied "He was a good friend and a brother to me, he would do the same."

Yes, like you wrote on your status "Someday, Will be Amazing"


Thank you for the friendship, you'll be greatly missed. I remember there's a saying, "only the good die young". You've done enough Vicko, you did well, now it's time for you to be happy up there, no more sadness, no more drama, because you said you've had enough of it and now you're home, happier than ever and you'll always stay young. I know you always wanted to be remembered as you were when you're alive. Wait for me there because someday we'll be reunited again.

Rest in Peace Vicko (20 February 1985 - 12 April 2015)







Tuesday, July 15, 2014

Let's Get Lost in Tokyo - Jalan Jalan Jajan Part II

Gundam Cafe

Masih di Akihabara, setelah tadi ke toko-toko action figure, ke toko elektronik dan ke Maid Cafe, kita jalan sedikit menuju stasiun Akihabara, disini banyak sekali toko-toko dari mulai makanan, sampe cafe unik bertema anime. Salah satunya, adalah Gundam Cafe

Gundam Cafe di Akihabara
Patung Gundam di Gundam Cafe



Sebuah cafe yang bertema dari sebuah seri anime Gundam. Di cafe ini kita bisa beli makanan-makanan yang bertema Gundam, dari makanan, minuman sampai kue-kue dengan bentuk robot Gundam, Gunpla Yaki, dengan berbagai macam rasa, rasanya ya mirip Taiyaki lah :D

Makanan bertema Gundam

Gunpla Yaki berbagai rasa

Selain itu, ada juga toko merchandisenya, kita bisa beli souvenir atau makanan untuk kita bawa pulang ke Jakarta. Harga makanannya mulai dari 500 JPY atau mulai dari 50ribuan sampai ratusan ribu. Untuk kue Gunpla Yaki, harganya 250 JPY atau sekitar IDR 28.000. Souvenirnya macem-macem, gw waktu itu beli soft cake berbentuk kepala robot Gundam, harganya 100ribuan untuk satu box. Selain di Akihabara, Gundam cafe juga ada di daerah Odaiba tepatnya di Diver City Plaza Tokyo, di depannya ada patung Gundam yang gede banget :D



AKB48 Cafe

Disebelah Gundam cafe, ada sebuah cafe idola para remaja masa kini, kayaknya, AKB48 Cafe. Gw sih kurang begitu suka, tapi karena gw penasaran, akhirnya gw coba masuk untuk liat mereka jualan apa sih didalam.



Dalemnya sih banyak souvenir-souvenir AKB48, bukan cafe seperti di dalam Gundam Cafe, tapi ada juga makanan seperti kue-kue. Pertama gw masuk AKB48 Cafe, gw bingung dengan orang-orang yang membawa catatan sambil liatin foto personil AKB48 yang dipajang, mereka liat foto-foto itu, lalu dicatet, setelah itu mereka ke kasir dengan membawa hasil catatan mereka dan membayar sejumlah uang. Ternyata mereka itu pada beli foto personil AKB48 :-|... Untuk fansnya mungkin foto seperti itu means a lot to them kali ya? gak tanggung-tanggung, untuk sebuah foto mereka jual seharga 1000 JPY, waduh...foto doang, minat?

Selesai mampir ke Gundam Cafe dan AKB48 Cafe, kita meluncur mencari makanan, setelah keliling-keliling bingung mau makan apa, akhirnya kita memutuskan untuk mencari Ramen. Selama di Jepang, kayaknya belum afdol kalo belum makan Jepang asli buatan sana. Akhirnya kita masuk ke salah satu toko Ramen, masih di kawasan Akihabara juga. Toko Ramennya cukup unik sih, pertama masuk kita pilih makanan dulu di vending machine, masukin uangnya, dan dari vending machine akan keluar kertas bukti pesanan kita, lalu kita kasih ke penjaganya. Praktis sih :). Ramennya, meskipun itu porsi normal, tapi gede banget lengkap dengan tori katsu, pork and seaweed :p




Next Up : Let's Get Lost in Tokyo - Roaming The City Alone

Monday, July 14, 2014

Let's Get Lost in Tokyo - Jalan Jalan Jajan Jajan Part I

Dari Kansai kita berangkat pagi-pagi banget, naik kereta yang paling pertama menuju Shin-Osaka. Di Shin-Osaka kita istirahat sebentar, beli bento dan snack di Konbini terus langsung berangkat menuju Tokyo. Shin-Osaka dan Tokyo dihubungkan oleh JR Tokaido Shinkansen. Kalo beli JR-Pass yang Green, bisa naik Shinkansen Nozomi dengan waktu tempuh hanya 115 menit saja untuk sampai ke Tokyo. Karena waktu itu gw beli JR-Pass yang Ordinary, jadinya gw pakai kereta Hikari dengan waktu tempuh 3 Jam menuju Tokyo. Selain Hikari, pemegang JR Pass Ordinary juga bisa naik Shinkansen Kodama, nah kalo ini agak lebih lama sih jalannya, sekitar 4 jam untuk menuju Tokyo.



Sekedar informasi untuk perbandingan dan untuk menunjukan bahwa JR Pass sangat-sangat bermanfaat, perjalanan dari Osaka ke Tokyo untuk sekali jalan pakai Shinkansen yang non-reserved seat (setara dengan JR Pass Ordinary) biayanya itu 13.620 JPY atau sekitar IDR 1.563.000. Sedangkan untuk reserved seat Shinkansen (setara dengan JR Pass Green) seharga 14.200 JPY dengan memakai Shinkansen Hikari dan Kodama atau sekitar IDR 1.630.000. Untuk Shinkansen Nozomi harganya 14.500 JPY untuk atau sekitar IDR 1.665.000. Nah kan, mending beli sekali JR Pass, bisa berkali-kali naik Shinkansen. Biarpun budget pas-pasan tapi tetep bisa naik Shinkansen :)

Don't Mind Me, Here's The Nozomi Shinkansen :D
Long story short, Akhirnya kita sampai di stasiun Tokyo, Hooray! tapi belum selesai sampai disana. Dari stasiun Tokyo kita harus ganti kereta lagi, kali ini menggunakan kereta biasa, menuju hotel. Hotel kita berada dekat dengan Shinjuku, yaitu Okubo. Karena kita bawa koper yang gede-gede, jadi agak sedikit repot untuk pindah-pindah kereta, next time, bawa koper dari Jakarta, kecil ajah! pulangnya baru bawa yang gede! :D hehehe.

Jalur Chuo-Line

Kita ambil Chuo-Line dari Tokyo, karena posisi hotel kita di Okubo, kalau posisi hotel kita di Shinjuku sih enakan naik langsung pake Yamanote-Line. Dari Tokyo menuju Okubo, kita melewati 10 Stasiun, hmm kebayang kan bawa-bawa koper segede-gede gitu, tapi untungnya sih gak seperti kereta jurusan Bogor-Tanah Abang jam 8 pagi, yang boro-boro bisa gerak :D hehehe. Akhirnya setelah menempuh 3 jam perjalanan plus 10 stasiun, kita sampai juga di hotel. Dari stasiun sih udah keliatan hotel kita yang menjulang tinggi :p. Tiba di Hotel, ternyata kita belum boleh check-in karena pada saat itu masih jam 10 pagi, sedangkan untuk check in, minimal jam 12. Akhirnya kita memutuskan untuk menitipkan koper kita yang gede-gede itu di hotel biar kita bisa jalan-jalan.

We're Ready To Go!


Harajuku

Takeshita-Dori

Tujuan pertama kita setelah keluar dari hotel adalah Harajuku! Gw selalu penasaran seperti apa sih sebenarnya the famous Harajuku itu. Dari Okubo kita naik Chuo-Line ke Shinjuku, kemudian ganti pake Yamanote-Line Ke Harajuku.


Yamanote Line

Sampe Harajuku, gw liat orang yang jualan Takoyaki, kalo disini kita biasanya beli Takoyaki IDR 15.000 satu porsi, nah disana mereka jual seharga 500 JPY atau sekitar IDR 57.000, waktu itu sih masih wajar, karena duitnya masih banyak hehehe, that was the first Yen i spent in Tokyo. Rasanya memang sedikit beda dari Takoyaki yang sering kita beli disini. Disana rasanya memang lebih enak :) dan lebih besar porsinya.

Takoyaki di Harajuku

Kenyang makan Takoyaki, kita jalan sedikit menyusuri Harajuku, ada beberapa orang yang memakai pakaian yang aneh-aneh dengan berbagai macam aksesoris. Yep, that's what Harajuku is all about, it's that one street (beside Akihabara) dimana orang-orang bebas mengekspresikan gaya berpakaian mereka, kinda cool though!.

Gak jauh dari stasiun, ada tempat yang paling terkenal di Harajuku, yaitu Takeshita-Dori. Disana kita bisa beli macem-macem, dari mulai kaos, celana, sepatu, topi, casing hp dan lain-lain. Yang pasti barang-barang yang dijual disini itu unik, one of a kind dan yang pastinya lagi, murahhh!! menurut gw sih harga disini terhitung murah, karena mereka bukan brand besar, alias mereka buat sendiri dengan brand mereka sendiri, otomatis harganya pun gak terlalu mahal. Waktu itu gw lagi cari jaket dengan gaya Jepang ala ala :p, kebetulan gw dapet di salah satu toko di Takeshita-Dori. Gw langsung beli 2, dan gw hanya mengeluarkan IDR 500.000 untuk kedua jaket itu, masih reasonable sih harganya, mengingat ini di Jepang, di Jakarta aja kita belum tentu dapat jaket keren dengan harga segitu.


Oh iya, Selain toko-toko pakaian yang baru, di Takeshita Dori terkenal dengan pakaian bekasnya. Ada salah satu toko tempatnya agak dibawah gitu (gw lupa nama tokonya dan gw gak foto tokonya) mereka jual pakaian-pakaian bekas, yang layak pakai tentunya. Tapi gw gak beli disana, mungkin next time  gw ke Takeshita Dori lagi gw akan meluangkan waktu untuk berbelanja disana. Sebenernya sih, dari yang gw denger, di daerah Shimokitazawa ada salah satu toko pakaian bekas, namanya New York Joe Exchange, nah bedanya sama toko pakaian bekas lainnya adalah, kita bisa tuker pakaian bekas kita (yang layak pakai ya) lalu mereka memperhitungkan harganya dan kita dikasih dua opsi, yaitu uangnya bisa kita ambil cash atau bisa kita belanjakan ditoko itu. Kalo kita milih buat dibelanjain disitu, pakaian bekas kita bakal dikasih harga yang lebih besar ketimbang kita ambil cash. Interesting :) hmmmmm



Nah, untuk barang-barang bermerk semacam Forever 21, H&M dan lain-lain, ada yang namanya Omotesando yang lebih besar dari Takeshita Dori. Tapi gw pribadi sih, i prefer local stuff ya atau boleh branded tapi dari negara asalnya, daripada brand yang memang bukan asli dari sana dan dimana-mana ada, termasuk di Jakarta. Tapi itu opini gw ya :D



Gimana? masih bisa jajan-jajan tapi gak bikin bangkrut kok heheh, siapin aja budget buat belanja di Harajuku, karena emang barang-barangnya emang lucu-lucu dan unik :D.

Akihabara

Akihabara, surga bagi para Otaku. Well, at least it's heaven for me :p. Dari Harajuku kita menuju Akihabara. Balik lagi pake jalur Yamanote-Line menuju Shinjuku dan ganti ke Chuo-Line, turun di Akihabara.


Pertama turun di Stasiun Akihabara kita jalan sedikit sampe tiba di pusat keramaian Akihabara. Akihabara adalah kampungnya AKB48...............kidding :p. Akihabara adalah pusat dari toko-toko elektronik, seiring dengan perkembangan waktu, kawasan ini dipenuhi dengan toko-toko yang khusus menjual barang-barang berbau anime dan manga, makanya sekarang Akihabara jadi tempat berkumpulnya para Otaku dan surga bagi mereka, including me. Nah kalo hari Minggu kesininya, kita bisa leluasa jalannya, karena Akihabara menutup jalannya untuk mobil pada hari Minggu dari jam 13.00 sampai jam 18.00. Bisa foto-foto deh ditengah jalan :D




Akihabara, hari Minggu jalanan ditutup untuk mobil dari jam 13.00 sampai jam 18.00

I'm not a die hard fan of a anime or manga sih, tapi kalo kesini gw tergiur untuk beli action figure yang harganya jauh lebih murah dari di Indonesia sendiri. I bought Luffy's Action Figure for 2.980 JPY atau sekitar IDR 343.000 bisa lebih murah seratus atau dua ratus sih dari di Indonesia. Kalo gak terlalu suka elektronik atau action figure sih bisa di skip tempat ini, but do you really want to skip Akihabara? belum ke Jepang kayaknya kalo belum ke Akihabara heheheh :D meskipun gak terlalu suka, ya mampir aja bentar liat-liat :D

Hari Minggu di Akihabara




Yang paling terkenal di Akihabara adalah Maid Cafes. Yes, Maid Cafes adalah kafe yang bertema cosplay dimana tamu-tamu akan dijamu oleh para pramusaji yang memakai pakaian ala pelayan perancis. Selain menghidangkan makanan, para tamu juga boleh berinteraksi dengan mereka, kadang mereka juga suka ngadain games untuk para tamu. But there is one rule, you cannot touch one of these maids. Ya, ada aturan keras, mereka boleh berinteraksi dengan kita, tapi kita dilarang keras untuk megang-megang mereka, even untuk foto pun mereka ada aturannya sendiri. Biasanya para maids ini suka beredar di jalan sekitar Akihabara untuk membagikan flyer restaurant mereka. 






Thursday, July 10, 2014

Welcome to Japan!

We arrived in Kansai, Osaka. It was 11.00 PM. It was very late for us to go to the City, so we decided to spend the night in the Airport. Airport Kansai sangat, sangat, sangat nyaman. If you love Changi, then you'll love Kansai Airport. Bersih, banyak tempat untuk tidur atau hanya duduk-duduk, 24 hours convenience store atau kalau orang Jepang Konbini karena orang Jepang gak bisa baca convenience store, jadi mereka bacanya konbiniensu sutoa lalu disingkat Konbini dan yang paling penting adalah free Wi-Fi :D yep, thanks to the free Wi-Fi, i can spend the rest of the night browsing, chatting and video conferencing with my friends in Jakarta.

Kansai Airport

The 'Konbini' that saved my life a million times :D

Kansai Airport - Access to Train Station and JR Rail Pass Office

I love Osaka, more than any other city in Japan. Menurut gw Osaka itu unik, modern tapi masih tetap menjaga ketradisionalan budaya Jepang. Bisa dilihat dari beberapa bangunan di Osaka, masih terdapat beberapa bangunan tradisional, kuil dan yang paling terkenal adalah Osaka Castle. Traditional yet, Sophisticated.

Tapi, sayangnya kecintaan akan Osaka ditunda dulu, karena dari Kansai Airport, gw langsung berangkat, took the first Shinkansen (biar gaya, gak pake took the first train) to Tokyo. Tapi sebelumnya, first thing you have to do is, mengaktifkan JR Pass yang sudah dibeli di Jakarta. Cara aktifinnya gampang, cari kantor JR di dalam Airport, posisinya ada di dekat akses masuk ke stasiun, abis itu tinggal bilang mau aktifin kartu JR Pass, and your JR Pass kini siap digunakan :D.

Dari Kansai, transit dulu di Shin-Osaka lalu menuju Tokyo. Perjalanan dari Osaka ke Tokyo itu sekitar 3 jam, lumayan lah bisa buat istirahat dulu hehehe. Pertama kali naik Shinkansen, hal pertama yang ada dalam benak gw adalah.........kapan Indonesia punya beginian yah....well, maybe someday, even if it's gonna take years, but i believe, someday Indonesia akan punya sarana transportasi yang memadai dan nyaman, amin.

the world needs dreamers to give it a soul
and it needs realists to keep it alive



Wednesday, July 9, 2014

How to get to Japan?

Ok, here i am, starting to write again :). In this post, i'm gonna tell you how to get to Japan, apa yang harus dipersiapkan, butuh budget berapa? dan some of the cool places in Japan later on. So, grab your pen and start writing it down!

Passport



Ini hal yang paling mendasar, ask yourself in the mirror, do i have a passport? :P well, do you? If you don't, segeralah buat passport, it doesn't matter nantinya mau dipakai atau gak, yang jelas buat dulu aja. Karena saat ini semakin banyak maskapai penerbangan yang menawarkan tiket murah, bahkan tiket ke luar negeri sekarang bisa lebih murah dari tiket domestik hmmm. Jadi semakin banyak alasan untuk bikin passport. :)

Price :
Regular Passport 48 Pages: IDR 300.000
e-Passport 48 Pages : IDR 600.000


Tiket Pesawat






Kalo passport udah siap, nah saatnya berburu tiket pesawat. Banyak tuh maskapai penerbangan yang menawarkan tiket murah. Sebenernya sih gak usah jauh-jauh hari banget sampe setaun gitu bookingnya. Memang kalau beli setahun sebelumnya, tiket akan jauh lebih murah, selain itu kita juga jadi punya banyak waktu untuk nabung :). Tapi, sebenernya beli tiket 8 minggu sebelumnya, kita juga bisa dapat tiket murah kok, bahkan bisa lebih murah dari orang-orang yang beli tiket setahun sebelumnya? coba deh :). Pasti, pada gak percaya, "you know what, this writer is so full of smith, gak mungkin bisa ke Jepang dapet 3 juta doang PP". To prove that what i'm saying is true, and not full of it, like some books you've probably read before, here's a simulation yang gw buat, gw booking pakai rumus H-8 Weeks....and voila.......




Nah, kalo udah pasti nih mau tanggal berapa berangkat ke Jepang dan tiket sudah ditangan, siap-siap nabung heheh, karena every rupiah you spend here in Indonesia, akan sangat-sangat berarti di Jepang nanti. Kenapa? i'll tell you later :D

Price :
Range from IDR 1.700.000 - 6.000.000
Tergantung dari kapan bookingnya dan airlinesnya, kalau mau pakai budget airlines, paling mahal kena di 6 jutaan, itu udah paling mahal. Kalau beruntung, bisa dapat tiket PP dibawah 2 juta :)


Visa




Maksimal sebulan sebelum berangkat, you have to visit Embassy of Japan in Indonesia yang berlokasi di 

JL. M.H. Thamrin 24, Central Jakarta 10350, Central Jakarta City, Jakarta 10350(021) 31924308

Untuk membuat Visa cukup gampang dan cepet, hanya butuh waktu 3 hari untuk proses Visa ke Jepang. Syarat untuk apply Visa ke jepang juga cukup mudah kok, selengkapnya bisa dilihat disini


Oh iya sebagai tips aja, untuk pengurusan Visa, diharuskan melampirkan itinerary kita selama di Jepang. Nah, sebaiknya sih tulis itinerary sesimple mungkin dan disesuaikan dengan budget kita (nominal tabungan yang juga dilampirkan pada saat permohonan Visa), meskipun nantinya itinerary yang disubmit berbeda dengan kenyataan pada saat di Jepang heheheh :) hal ini untuk memudahkan memperoleh Visa.

Beberapa orang langsung booking hotel dulu setelah mereka dapat tiket pesawat. Tapi , kalo gw sih, memang urus Visa dulu baru booking hotel dan beli tiket JR, meskipun untuk membuat Visa mudah tapi i don't really like taking risk, just in case ada masalah pada saat apply Visa dan batal ke Jepang *knock on wood* hehehe we don't want that to happen, don't we? 

Price :
IDR 300.000

Nah, tiket udah ditangan, Visa udah ditangan, what's next?

Booking Hotel, Yeay!





This is my favourite part. Yes, looking for hotels! untuk hotel sih gw gak terlalu muluk-muluk harus yang berbintang atau di pusat keramian atau di tempat mewah. Liat budget juga sih, everybody loves good hotels, tapi kalau budgetnya gak memungkinkan untuk check-in di hotel berbintang, ya terpaksa harus cari hotel yang murah. But you don't have to worry, banyak kok hostel-hostel murah tapi nyaman dan enak di Jepang. Ada hostel atau hotel kecil yang menawarkan dua jenis kamar, yaitu kamar dengan style Jepang atau Ryokan dengan tatami, lengkap dengan TV dan penghangat atau pendingin ruangan

Hotel in Japan with Japanese Style

Ada juga western style untuk pelancong yang lebih senang tidur di kasur :D. Kalau ini sih menurut gw dimana aja bisa. Kalau mau bener-bener kerasa feel Jepangnya ya stay at Ryokan, but hey, it's just my opinion :D


Hotel in Japan with Western Style


Ada lagi nih yang lebih "Jepang" banget, yaitu Capsule Hotels. Yes, Capsule Hotels adalah jenis hotel yang pertama kali dikembangkan di Jepang. Hotel jenis ini pertama kali populer di Osaka dengan nama Capsule Inn Osaka. Isinya? ya isinya hanya kasur dan TV, beberapa Capsule Hotel sih menyediakan TV di dalamnya. Tapi kalau untuk traveler yang punya phobia ruangan sempit atau gak bisa dalam ruangan sempit untuk waktu yang lama, gw gak rekomendasikan deh hotel jenis ini. Hotel ini lebih cocok untuk hanya transit satu atau dua malam dengan tidak membawa banyak barang, kalau bawa koper gede-gede terus mau nginep di Hotel Capsule ini, yasalam tidur sama koper :D. Sebenernya sih lucu juga kalau nginep disini, suasana baru pengalaman baru. Capsule Hotels tidak hanya ada di Osaka, sekarang sudah di hampir penjuru Jepang udah banyak Capsule Hotels, go ahead and try!





Price :
Ryokan - From IDR 500.000 - 2.000.000/Night*
Western - From IDR 600.000 - 3.000.000/Night*
Capsule - From IDR 100.00 - 300.000/Night

*tergantung dari hotel, lokasi dan fasilitasnya :)


JR Pass

Ticket, check!
Passport, check!
Visa, approved!
Hotel, check!

What's Next?




Kalau semuanya udah lengkap tinggal urusan transportasi. Yes, untuk menghemat uang pada saat melakukan perjalanan di Jepang, you have to buy a JR-Pass. Now what the hell is JR-Pass? Do i really need to buy it? oh yes, you really have to kalau mau jalan-jalan keliling Jepang. Tapi kalau cuman mau stay di satu kota sih, ya gak usah beli. JR-Pass adalah sebuah privilege bagi turis dari luar Jepang, dimana turis dapat menikmati transportasi (kereta biasa maupun bullet train alias Shinkansen...yes, the fastest train to date, Shinkansen) dengan harga murah.

Ada 3 pilihan untuk membeli JR-Pass, ada 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Harganya pun berbeda tergantung dari kelas yang kita pilih. Ada tipe Green dan Ordinary. Bedanya, untuk Green atau Reserved Seat, kita sudah diberikan nomor kursi pada saat naik Shinkasen, jadi gak rebutan sama penumpang lain. Untuk Ordinary, tidak ada nomor kursi alias bebas mau duduk dimana aja. Tapi, tenang aja kok, kalau beli yang Ordinary, gak akan berdesak-desakan dan rebutan kursi kok. Mereka pada tertib dan teratur pada saat masuk kereta :) 


Seberapa penting sih JR-Pass ini? well, JR-Pass akan sangat-sangat menghemat uang transport. Tapi kalau lihat harga per 1 April 2014 sih, JR-Pass sudah terbilang mahal. Untuk JR Pass Ordinary 7 hari, kita harus mengeluarkan 29.110 JPY atau sekitar IDR 3.347.172. Memang cukup mahal sih hehehe bisa-bisa malah lebih mahal dari tiket pesawat ke Jepang. Pastinya! tapi memang harus tetap beli kok, karena seiring kenaikan harga disini, di Jepang juga tentunya akan naik juga. contoh deh, waktu itu perjalanan dari Osaka ke Nagasaki dengan menggunakan Shinkansen, harga tiket PP itu kurang lebih 3jutaan, kalau pake JR-Pass kan kita hanya cukup sekali bayar dan kita dapat sepuasnya pake Shinkansen, mau sehari 5 kali bulak balik Tokyo-Osaka, terserah!!! :D

But, it's all up to you, kalau misalnya mau ketengan dan gak beli JR-Pass juga bisa, anyway you like it. 

Kalau mau beli JR-Pass, dimana sih? 
Informasi mengenai JR bisa di klik disini

atau bisa langsung ke cabang JTB di Jakarta :

Jakarta2nd Floor , Kyoei Prince Building , Jl. Jend Sudirman Kav. 3-4, Jakarta 10220 , Indonesia
Tel: (62)21-572-3031
Fax: (62)21-572-3036
URL: http://www.jtbbali.com
E-mail: jtbjktcounter@indosat.net.id



Jadi, udah berapa rupiah nih yang sudah dihabiskan untuk persiapan pergi ke Jepang? Let's count the Moola :)

So you have booked an Airline Ticket, Visa, Hotel dan JR let's say :

Return Tickets
IDR  3.600.000
Visa
IDR  300.000

Hotel for 10 Nights  @IDR 500.000
IDR 5.000.000
JR Pass
IDR  3.350.000
Total
IDR 12.250.000

Jangan takut dulu liat totalnya yang membludak hehehe you can cut on hotels or the nights you're staying. Capsule Hotels could be an alternative, if you're traveling light :) atau bisa juga ajak temen atau saudara, jadi biaya hotelnya bisa di Split.

Sedikit tips nih, if you're short on budget, gw sarankan untuk membeli tiket pesawat setahun sebelumnya, agar pada saat menunggu keberangkatan, bisa nabung dulu buat beli tiket JR dan hotel :).

Well, That's it! You're ready to go! Pack your bag, leave your problems behind, because it's time for Holiday!


Sunday, January 26, 2014

When Worlds Collide

Well, i know i promised myself to write about Japan Trip last year, i haven't got the time to do it. Maybe i'll write it on the next post (i suppose). Sekarang gw lagi mau nulis tentang, well, masih ada hubungannya sama Jepang sih and food (of course). Have you ever imagined makan, makanan dari dua negara dalam satu sajian (am i saying that right?) i did imagine about it and yes i got the chance to taste a cuisine from both country on a same plate. I remembered, a few years ago, temen gw ngajakin ke salah satu restaurant di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Sebuah restauran yang memadukan masakan tradisional Jawa dan masakan Yunani, it's called "Halo Niko", but i'm not going to write about it now. It's something else, something you've (probably) never heard before.

Last Sunday, i went to PIM 2 cuman buat jalan-jalan dan gw sempat berhenti sebentar di depan salah satu restoran di area restauran row. One restaurant that caught my eyes (lebay), mereka menyajikan hidangan masakan Jepang yang dikawinkan dengan masakan Padang, how cool is that, huh? Namanya SUNTIANG, dari namanya sih gw udah bisa nebak, merek ambil nama itu karena mereka mempersunting dua masakan sekaligus, Padang dan Jepang. I was excited, karena memang gw suka sama masakan Padang dan Jepang (terpisah) apalagi ini, disatuin. I got to try this!



Setelah gw masuk ke SUNTIANG gw melihat selayaknya restauran Jepang pada umumnya, ada conveyor belt, ada sushi bar plus the chef is there, menyajikan berbagai sajian sushi, makimono dll dan beberapa ornamen di dalam restauran SUNTIANG berbau Jepang. Namun ada satu yang membedakan SUNTIANG dan restoran Jepang lainnya, pertama masuk restoran ini gw disambut dengan lagu-lagu instrument khas Sumatera Barat, which is kind of cool, i guess :D



So i took a seat at the sofa bar (my fave place in every Japanese Restaurant) dimana lu bisa liat makanan apa yang lewat di conveyor belt and just take it :D. Gw liat beberapa menu, i was really curious and wanted to try them all :P tapi akhirnya pilihan gw jatuh kepada Gulai Ramen, katanya sih Ramen ini memang recommended dan salah satu andalan mereka. 


Well, they were right, this is the most delicious Ramen i've ever tasted. Most Ramen (yang halal) hanya mengandalkan pedasnya saja, Gulai Ramen ini kaya akan rasa dan rempah. Satu porsi Ramen mereka bandrol dengan harga IDR 58.000, for me it's reasonable price since you can eat this Ramen beramai-ramai, karena porsinya yg GEDE banget. 

I'm getting curious rasa dari makanan lainnya, ada Rendang Roll, Ayam Pop Roll, Lidah Sapi ala Suntiang, Nasi Goreng Rendang (this one is 'da bomb), Edamame Balado dan Otak Tempura Saos Balado. I decided to ordered them all, i got to try every meal there, you got to understand :D and oh i forget to mention the Green Suntiang Drink.


Masing-masing hidangan mempunyai rasa yg unik, Start from the Appetizer the famous Edamame with Sambal Balado. Gw sih pertama agak ragu juga sama rasanya, apa jadinya edamame pake sambel, this guys here must be out of their mind, but i was wrong and the Edamame taste real good with Sambal Balado. I don't really like spicy food but this Sambal Balado isn't that spicy and it's just felt so right! Satu porsi Edamame ini harganya IDR 21.000.


Saya beralih ke makanan kedua (ketiga, actually) yaitu Rendang Roll dan Ayam Pop Roll, just like any other Rolls out there, tapi yang bikin Rolls ini spesial adalah pemakaian Rendang, it's a great Combination. Rendang Roll disajikan dengan Rendang diatasnya dan ditaburi saos rendang dan tepung roti while Ayam Pop Roll Disajikan dengan saos balado dan ditaburi black sesame, yum!. Satu porsi Rendang Roll dan Ayam Pop Roll dibandrol dengan harga each IDR 33.000



Ok this one is, probably you've tried this before because i tried this myself, a long time ago, maybe 6 to 10 years ago. Kalau disini sih nasi goreng rendang agak susah ya, kebanyakan abang-abang yang jual nasi goreng hanya jual nasi goreng aja, sebagian sih hanya nasi yang di goreng, nasi yang di goreng, nasi + goreng, that's it, and it's awfully tasteless. Anyway, this is Nasi Goreng Rendang ala SUNTIANG yang dibalut dengan telur dadar dan diberi rendang telur diatasnya, perfect! Karena porsinya yg besar, gw saranin untuk makan ini barengan sama temen-temen. Satu Porsi Nasi Goreng Rendang dihargai IDR 47.000


Last but not least is this Otak Tempura Saus Balado (i don't eat this, never been a fan of Otak, but my friend did eat this, and he liked it) Lidah Sapi ala SUNTIANG, Green SUNTIANG and the dessert, Ketan Kelapa (i actually forget the name of this food).






Setelah puas mencoba semua (well, not all, but at least their best food) gw menyimpulkan this will be my favourite restaurant, why not, two of my fave cuisines dijadiin satu, that's hell of an idea! Sometimes, menggabungkan dua hal yang bahkan menurut kita impossible, can be a good thing :)

PS : I Promise, next post will be about Japan Trip